The Road to Character (Karakter-karakter yang Menentukan Kesuksesan)

Tersedia
IDR 108,000.00 120,000.00
The Road to Character (Karakter-karakter yang Menentukan Kesuksesan) 3 3
Judul: The Road to Character (Karakter-karakter yang Menentukan Kesuksesan)
Penulis: David Brooks
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Deskripsi:

Buku yang menantang kita untuk menyeimbangkan ulang fokus pada kesuksesan eksternal—“nilai-nilai pada CV”—dan prinsip-prinsip dasar yang kita miliki.

Dengan kebijaksanaan, humor, rasa ingin tahu, dan wawasan tajam yang telah memikat jutaan pembaca kolomnya di New York Times serta buku-buku larisnya, David Brooks menerangi kehidupan harian kita dengan cara yang orisinal dan mengejutkan. Di buku ini, dia berfokus pada nilai-nilai lebih dalam yang seharusnya memandu hidup kita.

Dari sejumlah pemikir terbesar dan pemimpin inspiratif dunia, Brooks menggali bagaimana—lewat pergulatan batin dan kesadaran akan keterbatasan diri—mereka membangun karakter pribadi yang kuat. Frances Perkins, aktivis pekerja, memahami pentingnya menekan bagian-bagian tertentu dari dirinya sehingga dia bisa menjadi alat untuk tujuan yang lebih besar. Dwight Eisenhower mengatur hidupnya agar tidak terpusat pada perwujudan diri yang impulsif, tapi pengekangan diri yang penuh pertimbangan. Dorothy Day, pahlawan kaum papa yang takwa, sejak muda mempelajari arti kata kesederhanaan dan penyerahan diri. Pionir hak-hak sipil, A. Philip Randolph dan Bayard Rustin, belajar tentang sikap bungkam dan logika dari disiplin diri, pentingnya tidak memercayai diri sendiri bahkan di tengah-tengah perjuangan yang luhur.

Memadukan psikologi, politik, spiritualitas, dan pengakuan, The Road to Character menyediakan peluang bagi kita untuk memikirkan ulang prioritas kita dan berjuang membangun kehidupan mental yang lebih kaya, yang ditandai dengan kerendahan hati serta kedalaman moral.

“Kisah manusia yang sangat mudah dibaca, jelas, dan kerap kali kaya akan detail.”
—The New York Times Book Review

“Buku yang kuat dan mengusik, yang merasuk ke jiwa Anda.”
—The Guardian