Kanker Prostat - Tidak Selalu Membawa Kematian

Tersedia
IDR 63,000.00 70,000.00
Kanker Prostat - Tidak Selalu Membawa Kematian 3 3

Judul:Kanker Prostat - Tidak Selalu Membawa Kematian
Penulis:Moelyadi Prawirowidjojo
Penerbit:Elex Media Komputindo

Deskripsi:

Tujuan utama menulis buku yang berjudul : KANKER PROSTAT TIDAK SELALU MEMBAWA KEMATIAN adalah : 1. Ingin menyampaikan informasi pada sebagian masyarakat awam terutama laki-laki usia lanjut tentang gangguan kelenjar prostat dan penyakit kanker prostat seperti yang dialami penulis dan cara mengatasinya. 2. Di Indonesia belum ada buku yang membahas khusus gangguan prostat dan penyakit kanker prostat yang dijual di toko-toko buku seperti di luar negeri (Amerika dan Eropa). 3. Di Indonesia penderita kanker prostat walaupun tidak sebanyak di Amerika dan Eropa, penderita yang terdeteksi kasusnya, kanker sudah menjalar ke tulang dan merupakan kanker stadiun lanjut. Orang kita tidak rutin melakukan pemeriksaan PSA dan DRE, karena ketidaktahuannya. Keinginan memulai menulis apa yang dialami penulis selama proses pengobatan terjadi pada pertengahan tahun 2015 (penulis menderita kanker prostat stadium lanjut sejak awal 2012) ketika level PSA menunjukkan 0,067 ng/mL, berarti kanker berada pada titik nadir. Ternyata penampakan level PSA itu hanya sementara, akibat penulis tidak lagi taat pada diet ketat seperti tahun-tahun sebelumnya. Level PSA tetap naik, walaupun tidak berpengaruh pada keadaan fisik penulis, karena segera disuntik TAPROS 3M dan level PSA turun lagi. Penulis tetap membaca buku-buku mengenai kanker prostat yang sudah ada dan membuat resume. Baru pada pertengahan tahun 2018 penulis memutuskan untuk menyelesaikan penulisan dengan target akhir bulan Oktober 2019. Alhamdulillah target tersebut tercapai. Ternyata tidak mudah merumuskan alur penulisan yang mudah dipahami pembaca, karena penulis berlatar belakang pendidikan pertanian dan manajemen dan tak pernah bersinggungan dengan ilmu kesehatan praktis. Penulis berusaha penulisan berstandar ilmiah dengan cara sering berkonsultasi pada dokter yang merawat baik di Bogor maupun di Jakarta pada saat konsultasi penyakit penulis setiap 3-4 bulan kalau memeriksa PSA dan penyuntikan TAPROS 3 M. Penulis tidak segan-segan bertanya apa yang penulis belum pahami. Beliau-beliau itu sangat baik dan ramah serta menjawab pertanyaan penulis karena tahu penulis berlatar belakang yang sangat berbeda dengan ilmu kedokteran. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih pada beliau-beliau. Terima kasih juga penulis ucapkan pada isteri tercinta dan anak (si bungsu) atas bantuannya mempercepat penyelesaian buku ini.