Hukum Kewarisan Indonesia Yang Dicita-Citakan

Tersedia
IDR 61,000.00 68,000.00
Hukum Kewarisan Indonesia Yang Dicita-Citakan 3 3

Judul:Hukum Kewarisan Indonesia Yang Dicita-Citakan
Penulis:Dr. H. Sirman Dahwal, S.H., M.H.
Penerbit:Cv. Mandar Maju

Deskripsi:

Dilatarbelakangi masih banyaknya masyarakat yang belum mengerti dan memahami tentang hukum kewarisan dan masalah-masalah yang timbul dalam pelaksanaan pembagiannya di Indonesia, maka penulis merasa terpanggil untuk memberikan penjelasan melalui tulisan ini kepada mahasiswa kami khususnya dan para pembaca umumnya, agar dapat mengerti dan memahami secara tepat dan benar tentang pembagian warisan menurut sistem hukum kewarisan yang dicita-citakan yang berlandaskan landasan ideologi Pancasila dan UUD RI Tahun 1945.

Oleh karena itu, untuk memudahkan pemahamannya, maka sistematika penulisan ini dibagi menjadi VIII (delapan) Bab. Bab kesatu diuraikan tentang Pendahuluan. Bab kedua diuraikan tentang Hukum Kewarisan Islam dan Perkembangannya, yang masing-masing menguraikan: Hukum Kewarisan Islam, meliputi: Pengertian Hukum Kewarisan Islam, Asas-asas Hukum Kewarisan Islam, Dasar Hukum Kewarisan Islam Dalam Al-Qur’an, Dasar Hukum Kewarisan Islam Dalam Hadist. Selanjutnya diuraikan pula tentang Kedudukan Ijtihad Dalam Hukum Islam dan Sejarah Perkembangan Hukum Kewarisan Islam.

Bab ketiga diuraikan tentang Penerapan Hukum Kewarisan Islam di Indonesia, yang meliputi: Hukum Islam, Sumber-sumber Hukum Islam, terdiri dari: Al-Qur’an, Sunnah Rasul atau Hadist, dan Ijtihad, serta diuraikan pula Ruang Lingkup Hukum Islam, meliputi bidang Ibadah dan Muamalah. Selanjutnya disinggung juga tentang Hukum Kewarisan Adat dan Hukum Kewarisan Menurut Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata). Bab keempat diuraikan tentang Hukum Kewarisan Indonesia Yang Dicita-citakan Menurut UUD RI Tahun 1945, meliputi: Kedudukan Hukum Islam Dalam Pembangunan Hukum Nasional, Hukum Kewarisan Islam di Masa Depan, Keistimewaan dan Kelebihan Hukum Kewarisan Islam.

Kemudian, Bab kelima diuraikan tentang Penggolongan Ahli Waris, meliputi: Ahli Waris Laki-laki, Ahli Waris Perempuan, Ahli Waris Dzawil Furudl, Ahli Waris Ashabah, dan Ahli Waris Dzawil Arham. Bab keenam diuraikan tentang Masalah-masalah Perhitungan Dalam Pembagian Harta Warisan, meliputi: Asal Masalah, Masalah Aul, Masalah Rad, Hijab dan Hirman. Bab ketujuh diuraikan tentang Perhitungan Bagian Ahli Waris, meliputi: Ketentuan Ahli Waris Dzawil Furudl, Ketentuan Ahli Waris Ashabah, Bagian Ahli Waris Dzawil Arham, Masalah Aqdariah, Contoh Pembagian Harta Warisan Menurut Sistem Aul dan Contoh Pembagian Harta Warisan Sistem Rad. Terakhir Bab kedelapan dimuat beberapa kesimpulan.