5cm : Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang Bintang

Tersedia
IDR 103,500.00 115,000.00
5cm : Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang Bintang 3 3

Judul:5cm : Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang Bintang
Penulis:Donny Dhirgantoro
Penerbit:Gramedia Widiasarana Indonesia

Deskripsi:

Ia di sini sekarang, perjalanan pulang setelah Mahameru—Perjalanan Hati—puncak tertinggi Jawa, dan segala tentangnya. Alih pandangnya sekarang melihat jendela kereta Matarmaja yang melaju membawanya pulang menuju Jakarta. Pejaman mata dan tarikan nafasnya, seakan mencoba menjawab segala pertanyaan besar yang terus memenuhi benaknya semenjak kemarin Ranu Kumbolo hilang dari pandangannya. Pertanyaan-pertanyaan yang bukan dari siapa-siapa, tetapi dari dirinya sendiri. Teruntuk yang tidak lain adalah diriku sendiri... Zafran, manusia paling idealis, humanis, dan fantastis… Manusia paling keren ditongkrongan ini… Sebenarnya, untuk siapa kamu melakukan semua yang ingin kamu lakukan di dunia ini? Untuk kebahagiaan diri kamu? Atau untuk kebahagiaan orang lain? Apakah kamu seorang manusia yang hanya hidup untuk ngabis-ngabisin waktu aja? Celingak-celinguk, berbagi tanah, air, dan udara, namun tanpa tujuan. Menjadi manusia hanya untuk menuh-menuhin bumi, ngabisin airnya, ngabisin oksigennya. Hanya menjadi seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama—tanpa punya makna? Apakah kamu telah menjalani hidup yang kamu mau? Hidup yang kamu inginkan? Bukan yang orang lain inginkan dari kamu? Apakah kamu mencintai diri kamu sendiri? Apakah ada seseorang yang kamu cintai, lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri? Adakah cintamu yang terbalas? Atau mungkin tak terbalas? Atau ada yang begitu mencintaimu, tapi kamu tidak bisa membalasnya. Pernahkah kamu mengalami kesedihan yang luar biasa dalam hidup kamu? Pernahkah kamu mengalami kebahagiaan yang luar biasa dalam hidup kamu? Apakah kamu hidup dalam ketakutan-ketakutan kamu? Atau dalam harapan-harapan kamu? Apa yang harus kamu perbuat? Zafran termenung sejenak, namun beban pertanyaan yang baru saja menghunjam itu terasa ringan saat di bangku kereta, tak jauh darinya, ia melihat Genta, Riani, Ian, Arial, dan Dinda tersenyum kepadanya.